About

Pages

Lebih dekat dengan Santiago Calatrava

Arsitek berpengalaman Santiago Calatrava

Kenzo Tange

Penguasa Arsitektur tradisional dan Modern Jepang.

Kajian Studio Perancangan Arsitektur 2

Healthy Transparent House

Arsitektur ?

Tentang Program Studi Arsitektur

Andita Candra Dwijaya

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Inovasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inovasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Mei 2015

Inovasi Perancangan Rumah Ramah Lingkungan (SPA 2)

 Healthy Transparent House (spa2)

Isu pemanasan global saat ini menjadi masalah utama yang harus dihadapi. Saat ini suhu terasa semakin panas. Temperatur udara meningkat. Es di kutub mencair. Salju di puncak gunung meleleh, akibatnya permukaan air laut naik, banjir pasang pun terjadi. Pantai akan semakin menjorok ke daratan. 

Sebenarnya pemanasan ini timbul akibat ulah manusia juga. Penggunaan elektronika penghasil panas yang berlebihan. Pemakaian AC sepanjang hari, pemakaian kendaran bermotor secara masal, hingga pemakaian kantong plastik yang dalam pembuatannya memakan energi yang memakan banyak energi. 

Salah satu kepedulian terhadap pemanasan global ini adalah penemuan material-material yang ramah lingkungan, penggunaan produk yang hemat energi dan dalam dunia arsitektur adalah penggunaan rumah ramah lingkungan.

Bagaimana rumah ramah lingkungan itu? pada dasarnya rumah ramah lingkungan menerapkan konsep rumah hemat energi. Banyak memanfaatkan pengudaraan alami dan pencahayaan alami. Desain rumah sedemikian rupa sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada AC dan lampu.
Dalam memanfaatkan cahaya matahari, yang diperlukan adalah “terang” nya sedangkan “panas” nya dihindari. Salah satu caranya adalah memanfaatkan arah timur/barat/ atau utara/selatan. Jendela harus berkanopi dengan sehingga terpaan langsung cahaya matahari dapat diminimalkan.

Faktor-faktor yang mendukung sebuah rumah menjadi rumah ramah lingkungan antara lain:
  • Rangka atap baja ringan
Penggunaan baja ringan ini sebagai jawaban atas semakin menipisnya jumlah kayu hutan kita. Baja ringan lebih efektif dalam aplikasi atap. Pengerjaannya lebih efisien dalam waktu, dan lebih presisi karena buatan pabrik.
  • kusen, daun jendela, pintu menggunakan alumunium/ PVC/ UPVC
  • Plafond menggunakan gypsum dan rangka besi holow
  • Atap tinggi
Hal ini bermanfaat untuk sirkulasi udara yang berada di dalam rumah.
  • Tritisan lebar
  • Banyak bukaan
  • Plafond tinggi
https://19design.files.wordpress.com/2011/04/gambar-14.jpg
  • Kanopi tiap jendela
  • Luas bangunan sebaiknya tidak lebih dari 60% luas lahan
Perbandingan antara luas bangunan dengan lahan hijau idealnya adalah 60-40.
Yang mana fungsi taman tidak hanya sekedar mempercantik penampilan rumah, tetapi juga sebagai daerah resapan air hujan. Agar taman dapat dengan mudah menyerap air hujan, caranya tidak hanya dengan tanaman ,tetapi juga memberi pori-pori tanah dengan cara melubangi. Selain sebagai resapan, taman juga berfungsi sebagai penyaring kebisingan dan debu. Tentu rumah akan menjadi sehat jika minim debu.
 Selain dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan, penambahan inovasi yang ramah lingkungan juga penting.
  • Rain Harvest , Pemanfaatan air hujan akan sangat dibutuhkan , mengingat musim sekarang yang tidak menentu. Air hujan yang turun melewati talang akan di salurkan menuju tempat penampungan yang terbuat dari tong bekas atau dapat dibuat dengan cara membuat lubang di tanah . Air hujan ini dapat digunakan untuk air pembersih kloset atau untuk persediaan air untuk menyiram tanaman.http://www.seywater.co/Files/Image/rainwater-collection2.jpg

    • Efisiensi Cahaya, Pemanfaatan cahaya matahari bagi ruangan akan lebih menyehatkan untuk penghuni rumah. Dengan penempatan bukaan jendela atau ventilasi yang tepathttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSwqh6leSmC7K3pz2Zxx_P_fXQo26WoeP6pGnSITAZ5emOg1Xmk
    • Efisiensi Ruang, Dalam rumah sehat , pengguanaan ruang yang maksimal akan lebih baik. daripada banyak ruang yang dirancang namun kurang dalam segi penggunaan. Maka dengan pemanfaatan ruang yang lebih akan lebih efisien atau maksimal.
    • Pembuatan Biopori dan sumur resapan, Adanya biopori di sekitar halaman rumah akan membuat air dari hujan akan mudah terserap oleh tanah tanpa membuat genangan yang akan menjadi rumah bertelur nyamuk. http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/13567658531726741037.jpg
    • Vertical Garden , tanaman yang di tanam di dinding ini akan lebih efisien karena tidak memakan tempat dihalaman. 
    Itu tadi adalah beberapa inovasi-inovasi dalam rancangan rumah "healthy Transparent house" di Spa2
    Terima Kasih semoga bermanfaat.
     
    Efisiensi Pencahayaan

    Manfaatkan semaksimal mungkin cahaya matahari sebagai sumber cahaya di pagi hingga sore hari. Menggunakan cahaya matahari dapat menghemat energi listrik dari lampu yang digunakan di siang hari. Pencahayaan alami bisa diperoleh melalui pencahayaan samping yaitu dari jendela, dan pencahayaan atas yang berasal dari lubang atap. Buatlah desain rumah yang lebih terbuka pada dinding dan atap, agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah secara lebih maksimal. Mengurangi sekat ruangan, menyatukan fungsi ruang, dapat memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam rumah.

    Efisiensi Ruang

    Menggabungkan lebih dari satu fungsi dalam satu ruangan, adalah pilihan baik, dibanding harus memboroskan ruang. Misalnya meniadakan fungsi ruang tamu, karena kita jarang menerima tamu, atau lebih sering menerima tamu di teras. Buat saja ruang keluarga yang lebih besar, agar bisa nyaman dan maksimal untuk bercengkrama sekaligus menerima tamu yang sudah kenal dekat. Dalam hal ukuran bangunan, lebih besar tidak selalu lebih baik. Karena makin kecil (baca : sederhana) bangunan, akan makin baik control aspek lingkungan terhadap bangunan tersebut.

    "Bangunan ramah lingkungan, dirancang dengan massa ruang, keterbukaan ruang, dan hubungan ruang luar-dalam yang cair, teras lebar, ventilasi bersilangan, dan void berimbang."

    Pembayangan Ruang Luar, Kulit Bangunan, Ventilasi

    Pemilihan bahan dan desain pembayangan, serta bukaan ventilasi yang baik, mempengaruhi kenyamanan dan energi dalam rumah. Berikan secondary skin pada dinding bagian luar, terlebih jika rumah menghadap ke arah barat. Buat teritisan di atas bukaan, yang fungsinya meredam panas matahari secara langsung ke dalam rumah. Bangunan dirancang dengan teras lebar, ventilasi bersilangan; yaitu membuat bukaan (jendela) pada dua dinding yang berbeda, innercourt serta void berimbang, untuk sirkulasi udara dan cahaya alami ke seluruh ruangan, agar hemat energi.

    Atap yang “Dingin”

    Pilih bahan penutup atap yang memiliki nilai hambatan hantaran panas cukup besar, dan kemampuan memantulkan panas dengan baik. Penggunaan atap dari bahan tanah atau keramik, sangat baik untuk kenyamanan ruang dalam. Tambahkan pula lembaran aluminium foil yang dipasang di bawah penutup atap. Material styrofoam yang dilapis beton (beton Styrofoam) juga berpotensi membuat dingin ruang dalam. Dinding rumah tetap terasa “dingin” meskipun saat siang hari.

    Material Ramah Lingkungan

    Gunakan bahan bangunan yang tepat, efisien, dan ramah lingkungan. Pilih produk lokal yang berkualitas, untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi lingkungan, mengurangi pemakaian sumber daya alam tak terbarukan dengan optimalisasi bahan baku alternatif, serta menghemat penggunaan energi secara keseluruhan. Memilih bahan baku lokal atau dari pabrik terdekat berarti menghemat transportasi dan mengurangi karbon emisi dari kendaraan. Tak ada salahnya, memanfaatkan material bekas atau sisa bahan renovasi, misalnya genteng bekas, kayu atau bambu bekas perancah, kusen lama.

    Pemanfaatan Lahan Hijau

    Elemen vegetasi berpotensi untuk menyejukkan lingkungan dan menurunkan udara panas, serta meredam panas. Semakin banyak pohon yang ditanam, udara makin sejuk dan oksigen yang dihasilkan dapat mencegah pemanasan global. Ciptakan roof garden atau vertical garden, jika halaman tidak memungkinkan. Dinding yang dijalari tanaman rambat membuat suhu udara di luar dan di dalam turun, sekaligus untuk pasokan udara bagi penghuni.

    Gaya Hidup Hemat

    • Hemat Air. Kurangi kebiasaan berendam di bathtub, mencuci kendaraan dengan air yang mengalir dan terbuang kemana-mana. Ganti bak mandi atau bathtub dengan shower , untuk menghemat air.
    • Buat sumur resapan, lubang biopori atau septictank ramah lingkungan yang tidak mencemarkan lingkungan.
    • Memakai perangkat elektronik dan rumah tangga yang hemat energi, akan berpengaruh dengan biaya listrik yang dikeluarkan tiap bulan. Pilih yang hemat energi listrik, sehingga memiliki life cost yang ringan untuk operasionalnya - See more at: http://aplatteroffigs.blogspot.com/2014/03/konsep-rumah-ramah-lingkungan.html#sthash.CTQZmdWy.dpuf
    Efisiensi Pencahayaan

    Manfaatkan semaksimal mungkin cahaya matahari sebagai sumber cahaya di pagi hingga sore hari. Menggunakan cahaya matahari dapat menghemat energi listrik dari lampu yang digunakan di siang hari. Pencahayaan alami bisa diperoleh melalui pencahayaan samping yaitu dari jendela, dan pencahayaan atas yang berasal dari lubang atap. Buatlah desain rumah yang lebih terbuka pada dinding dan atap, agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah secara lebih maksimal. Mengurangi sekat ruangan, menyatukan fungsi ruang, dapat memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam rumah.

    Efisiensi Ruang

    Menggabungkan lebih dari satu fungsi dalam satu ruangan, adalah pilihan baik, dibanding harus memboroskan ruang. Misalnya meniadakan fungsi ruang tamu, karena kita jarang menerima tamu, atau lebih sering menerima tamu di teras. Buat saja ruang keluarga yang lebih besar, agar bisa nyaman dan maksimal untuk bercengkrama sekaligus menerima tamu yang sudah kenal dekat. Dalam hal ukuran bangunan, lebih besar tidak selalu lebih baik. Karena makin kecil (baca : sederhana) bangunan, akan makin baik control aspek lingkungan terhadap bangunan tersebut.

    "Bangunan ramah lingkungan, dirancang dengan massa ruang, keterbukaan ruang, dan hubungan ruang luar-dalam yang cair, teras lebar, ventilasi bersilangan, dan void berimbang."

    Pembayangan Ruang Luar, Kulit Bangunan, Ventilasi

    Pemilihan bahan dan desain pembayangan, serta bukaan ventilasi yang baik, mempengaruhi kenyamanan dan energi dalam rumah. Berikan secondary skin pada dinding bagian luar, terlebih jika rumah menghadap ke arah barat. Buat teritisan di atas bukaan, yang fungsinya meredam panas matahari secara langsung ke dalam rumah. Bangunan dirancang dengan teras lebar, ventilasi bersilangan; yaitu membuat bukaan (jendela) pada dua dinding yang berbeda, innercourt serta void berimbang, untuk sirkulasi udara dan cahaya alami ke seluruh ruangan, agar hemat energi.

    Atap yang “Dingin”

    Pilih bahan penutup atap yang memiliki nilai hambatan hantaran panas cukup besar, dan kemampuan memantulkan panas dengan baik. Penggunaan atap dari bahan tanah atau keramik, sangat baik untuk kenyamanan ruang dalam. Tambahkan pula lembaran aluminium foil yang dipasang di bawah penutup atap. Material styrofoam yang dilapis beton (beton Styrofoam) juga berpotensi membuat dingin ruang dalam. Dinding rumah tetap terasa “dingin” meskipun saat siang hari.

    Material Ramah Lingkungan

    Gunakan bahan bangunan yang tepat, efisien, dan ramah lingkungan. Pilih produk lokal yang berkualitas, untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi lingkungan, mengurangi pemakaian sumber daya alam tak terbarukan dengan optimalisasi bahan baku alternatif, serta menghemat penggunaan energi secara keseluruhan. Memilih bahan baku lokal atau dari pabrik terdekat berarti menghemat transportasi dan mengurangi karbon emisi dari kendaraan. Tak ada salahnya, memanfaatkan material bekas atau sisa bahan renovasi, misalnya genteng bekas, kayu atau bambu bekas perancah, kusen lama.

    Pemanfaatan Lahan Hijau

    Elemen vegetasi berpotensi untuk menyejukkan lingkungan dan menurunkan udara panas, serta meredam panas. Semakin banyak pohon yang ditanam, udara makin sejuk dan oksigen yang dihasilkan dapat mencegah pemanasan global. Ciptakan roof garden atau vertical garden, jika halaman tidak memungkinkan. Dinding yang dijalari tanaman rambat membuat suhu udara di luar dan di dalam turun, sekaligus untuk pasokan udara bagi penghuni.

    Gaya Hidup Hemat

    • Hemat Air. Kurangi kebiasaan berendam di bathtub, mencuci kendaraan dengan air yang mengalir dan terbuang kemana-mana. Ganti bak mandi atau bathtub dengan shower , untuk menghemat air.
    • Buat sumur resapan, lubang biopori atau septictank ramah lingkungan yang tidak mencemarkan lingkungan.
    • Memakai perangkat elektronik dan rumah tangga yang hemat energi, akan berpengaruh dengan biaya listrik yang dikeluarkan tiap bulan. Pilih yang hemat energi listrik, sehingga memiliki life cost yang ringan untuk operasionalnya - See more at: http://aplatteroffigs.blogspot.com/2014/03/konsep-rumah-ramah-lingkungan.html#sthash.CTQZmdWy.dpuf

    Kamis, 23 April 2015

    MATERIAL RAMAH LINGKUNGAN

    Inovasi
    Pemanfaatan bekas atau sisa untuk bahan renovasi bangunan juga dapat menghasilkan bangunan yang fungsional. Kusen, daun pintu atau jendela, kaca, teraso hingga tangga dan pagar besi bekas masih bisa dirapikan, dengan diberikan sentuhan baru, digunakan ulang dapat memberikan suasana baru pada bangunan, lebih murah dan kuat tentunya sehingga dengan demikian peran serta penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan dapat diaplikasikan.

    Adapaun material bangunan yang ramah lingkungan harus memenuhi beberapa kriteria antara lain :
    - Tidak beracun sebelum maupun sesudah di pergunakan.

    -Dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat yang membahayakan bagi lingkungan.

    -Dapat menghubungkan kita dengan alam, dengan kata lain semakin dekat dengan alam karena kesan alami dari material yang dipergunakan, contohnya batu bata yang mengingatkan kita akan tanah, kayu pada pepohonan.

    Untuk mendapatkan bahannya diperoleh dengan mudah dan dekat. (Tidak memerlukan biaya atau proses memindahkannya yang besar. Karena untuk menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan).

    Bahan yang digunakan dapat diurai dengan mudah dan alami. Sementara material yang bangunan ramah lingkungan menurut kriteria diatas misalnya : batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya. Ramah lingkungan atau tidaknya material bisa diukur dari salah satu kriteria saja, seperti kayu yang semakin sulit diperoleh, tetapi apabila dipakai dengan hemat dan benar bisa membuat kita lebih nyaman serta dekat dengan alam dan mengingatkan akan tumbuh-tumbuhan.

    Semen, keramik, batu bata, alumunium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan berperan penting alam mewujudkan konsep bangunan yang ramah lingkungan.
    Sementara itu kerangka bangun utama dan atap kini meterial kayu perlahan-lahan mulai tergantikan posisinya dengan diperkenalkannya baja ringan dan alumunium. Isu penebangan liar ( illegal logging ) akibat pembabatan hutan yang tidak terkendali berakibat fatal dengan semakin berkurangnya material kayu, selain itu juga sebagai wujud dari kepedulian dan keprihatinan terhadap penebangan kayu demi menjaga kelestarian alam dibumi.

    Rangka atap bangunan dari baja memiliki keunggulan yang lebih kuat, anti karat, anti keropos, anti rayap, lentur, mudah dipasang dan lebih ringan sehingga beban konstruksi dan fondasi jauh berkurang. Baja ringanpun dapat dipilih berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung dari bahan bakunya.

    Kusen jendela dan pintu sudah mulai menggunakan bahan alumunium sebagai generasi bahan bangunan dimasa yang akan datang menggantikan posisi kayu yang telah sekian lama mendominasi posisi tersebut. Alumunium memiliki ke unggulan dapat didaur ulang, bebas racun dan zat pemicu kangker bebas perawatan serta lebih praktis ( sesuai gaya hidup modern ) sesuai dengan tujuan utama dalam peran serta menggunakan materil bangunan ramah yang lingkungan, dengan desain insulasi khusus mengurangi transmisi panas dan bising ( hemat energi dan biaya ), lebih kuat, tahan lama, anti karat, tahan lama, tidak perlu diganti sama sekali hanya karet pengganjalnya, dengan berbagai ragam pilihan bentuk serta ukuran dengan tekstur variasi ( klasik, kayu ).

    Sementara itu bahan dinding dipilih yang mampu menyerap panas matahari dengan baik, batu bata alami atau fabrikasi batu bata ringan, memiliki karakteristik yang tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap air rendah, kedap suara serta menyerap sinar matahari secara signifikan.

    Kehalusan permukaan dan warna bahan bagungan sangan menetukan iklim mikro disekitar bangunan, warna cerah dan permukaan licin adalah pemantul sinar matahari baik dan menaikan suhu sekitar. warna gelap serta kasar akan membantu meredam dan menyerap panas matahari. Bahan berpori mudah meluncurkan panas dan meluncurkannya kembali jika suhu sekitarnya menurun. Sangat bijaksana jika memanfaatkan bahan bangunan alami seperti aslinya untuk pelapis dinding dan lantai luar sehingga pencapaian penggunaa bangunan ramah lingkungan lebih maksimal.

    Demikianlah paparan penggunaan materil bangunan ramah lingkungan yang tidak perlu jauh-jauh untuk mencarinya memanfaatkan dari sekitar lingkungan kita atau dari bahan-bahan yang sudah dipandang tak memiliki manfaat, yang diperlukan adalah ide-ide cerdas dan kreatif untuk mengaplikasikannya, semoga impian untuk peran andil dalam penggunaan bangunan ramah lingkungan bisa tercapai. Go green.

    Eco Office

    Jakarta - Mungkin sudah saatnya kita tidak hanya memikirkan lingkungan tempat tinggal saja tetapi juga mulai memikirkan lingkungan kerja kita. Dalam hal ini memikirkan manajemen lingkungan dalam kegiatan perkantoran.

    Pernah mendengar istilah Eco Office? Eco Office adalah kantor peduli lingkungan yang telah mewujudkan penerapan sistem manajemen lingkungan dalam kegiatan perkantoran. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kantor yang bersih, indah, nyaman serta menyehatkan. Selain itu Eco Office bertujuan juga untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemakaian sumber daya alam.

    "Prakteknya yang bisa dikerjakan antara lain adalah penghematan listrik dan air, penggunaan kertas seefisien mungkin, memilah sampah organik dan non organik. Yang paling penting adalah mengubah perilaku," ujar Kepala Bagian Bilateral Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Daisy Joyce Djohor.

    Hal itu dia katakan saat berbincang dengan detikcom dalam acara Pekan Lingkungan Indonesia yang diadakan di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/6/2010).

    Joyce mengatakan KLH sudah sejak 2006 menerapkan Eco Office dilingkungan kementerian. Sasaran diterapkannya Eco Office tersebut adalah mengubah sikap dan perilaku individu kantor untuk lebih peduli lingkungan dan melakukan penghematan biaya operasional kantor terkait aspek lingkungan.

    "Memberikan kenyamanan bagi individu yang berada di lingkungan kantor KLH dan sekitarnya," imbuhnya.

    Menurut Joyce yang juga sebagai salah satu pencetus konsep Eco Office di KLH ini, kementeriannya sudah melakukan kampanye dan sosialisasi kepada kementerian lain dan juga perusahan-perusahan swasta untuk menerapkan Eco Office.

    "Banyak dari pihak pengelola gedung swasta mereka meminta disosialiasikan, seperti traning dan sebagainya," paparnya.

    Konsep Eco Office ini tidak akan berjalan maksimal jika individu-individunya belum sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.

    "Harus ada kemauan untuk merubah perilaku, tidak akan merubah jika tidak ada kemauan. Keuntungan tidak hanya bagi kantornya tapi bagi dirinya sendiri," jelasnya.

    Joyce mencontohkan lingkungan kerja yang nyaman juga bisa meningkatkan kinerja kita dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Hal itu dapat disiasati dengan menaruh tanaman hijau di ruangan kerja kita.

    "Ada tanaman di ruang kerja itu untuk menghilangkan kejenuhan, menambah oksigen, walaupun tidak signifikan tapi cukup berpengaruh," ungkapnya.

    Selain itu Joyce menyarankan untuk penggunaan karpet di lingkungan kerja sebaiknya dikurangi karena hanya menyimpan debu yang akan mengganggu pernafasan kita.

    "Lebih baik lantai ubin supaya bisa disapu dan dipel," tutupnya.

    Sudahkah kita menerapkan Eco Office dilingkungan kerja kita? Sebaiknya kita mulai dari sekarang!
     sumber : news.Detik.com